Emacs III – sudo /etc/acpi/hibernate.sh

Bismillah.
Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasulullah.

Setelah Anda menggunakan shell Emacs, maka selanjutnya fitur lain yang bermanfaat yang dapat Anda pergunakan adalah fitur Hibernate untuk kebutuhan hibernasi sistem Anda. Di sistem (K)Ubuntu, jalankan perintah berikut:

sudo /etc/acpi/hibernate.sh

dan masukkan password untuk root (atau dalam istilah Ubuntu, user yang melakukan proses instalasi Ubuntu). Sistem selanjutnya akan melakukan proses hibernasi, dan besok –atau kapanpun– saat Anda membuka Laptop, Anda akan langsung kembali ke masa Anda meninggalkan Emacs terakhir lagi.

Sangat indah bukan?

Jazakumullah.

Semoga bermanfaat

Btw, saat Anda memasukkan password, shell Emacs akan meng-echo-kannya untuk Anda. Jadi, password Anda akan terlihat ^-^. Shell Emacs memang tidak murni Term Shell.

Subhanakallahumma wa bihamdika
Asyhadu anlaa ilaaha illa anta
Astaghfiruka wa ‘atubuilaika

technorati tags:,

Blogged with Flock

Emacs II – Memulai Kerja dgn Diary Emacs

Bismillah

Ya, tepat. Diary Emacs menjadi salah satu favorit saya (selain blog saya di friendster) dalam menuangkan curahan-curahan hati setiap pagi. Do’a-do’a harian, todo list, alamat-alamat teman dan sebagainya. Diary Emacs bisa menangani kalendar Islam sebagaimana kalender Julian. Buka Calendar terlebih dahulu (M-X calendar) kemudian (karena digerakkan ke arah Today Date), ketikkan perintah i d untuk Memasukkan Entry Calendar dalam Julian (Januari, Februari, … Desember)atau i i d untuk Entry Calendar dalam Hijriyah (Muharram, Safar, … apa ya, nama bulan Islam terakhir ^-^. Maaf).

Insya Allah bermanfaat.

Btw, saya sering menggunakan fasilitas ini untuk sekedar mengetahui apakah sekarang sudah tanggal 15 Qomariyyah (Penanggalan Islam berbasis peredaran Bulan) : karena saya berusaha menjaga amalan puasa 3 hari di setiap bulan (termasuk sunnah Beliau SAW, yaitu puasa tiga hari berturut-turut mulai dari tanggal 13, 14, dan 15. Itu sudah mencukup)

Salam sayang,

Eko SW

Subhanakallahumma wa bihamdika
Asyhadu anlaa ilaaha illa anta
Astaghfiruka wa ‘atubuilaika

technorati tags:

Blogged with Flock

Emacs I

Bismillah

Apa itu Coding? Hakikatnya adalah proses pemasukan Text perintah sesuai dengan kaidah bahasa pemrograman tertentu dengan menggunakan Text Editor. Ya, yang Anda butuhkan hanya teks editor. Emacs muncul dengan kesederhaan dan kekomplitan fasilitas editing untuk development. Saya seorang pemula, dan akan mulai menuliskan pengembangan saya dalam menggunakan Emacs, agar dapat bermanfaat bagi yang berminat. Insya Allah.

Mulailah Dengan Emacs Console

  • emacs – nw : Pada suatu Xterm akan membuka Emacs pada Console, bukan X-11 mode. Sehingga fitur coding terasa semakin mantap.
  • M-x : Terkadang bisa dilakukan dengan menekan tombol ALT+X, atau menekan tombol ESC, lepas, kemudian tekan tombol X. Ini berguna untuk memasukkan perintah-perintah Emacs
  • C-x C-c : Berarti tekan tombol CTRL-X, jangan melepas tombol CTRL, kemudian tekan tombol C. Berguna untuk keluar dari Emacs
  • C-x C-f : Untuk membuka/membuat file pada directory tertentu. Ketikkan full address pada command line Emacs (Anda dapat menggunakan Tab disini untuk Address Completion, dan Emacs akan menyuguhkan nama file-nama file yang sesuai pada Window yang lain.

Fitur Terpenting Adalah Multi Window.
Berikut adalah shortcut Key yang sudah beberapa hari ini saya pergunakan dan sangat bermanfaat:

  • C-x 2 : Membagi window secara horizontal
  • C-x 3 : Membagi window secara vertical
  • C-x 1 : Menjadikan window yang aktif maksimal
  • M-x next-multiframe-window : pindah ke window selanjutnya (btw, Anda dapat meng-assign ini ke tombol F6 jika ingin

Fitur Selanjutnya Adalah Cut-And-Paste

  • Woaw, saya dapat referensi free and legal penggunaan Emacs (tepatnya untuk fitur Cut & Paste) di Sams Publishing. Silahkan click disini.

Fitur Shell Melengkapi Proses Development

  • M-x shell : membuka shell di jendela yang aktif
    Meski terasa shell Emacs tidak sempurna, misal, Anda tidak bisa menjalankan Vi disini, sehingga aktivitas dengan svn command line yang menggunakan Vi tidak bisa dilakukan di dalam Emacs shell. Untuk itu Anda harus membuka XTerm sendiri

Menampilkan Jam Pada Status Bar

  • M-x display-time : menampilkan Jam pada status bar. Anda akan sangat membutuhkannya

Setting semuanya pada ~/.emacs

  • Setting Emacs disimpan di file ~/.emacs. Saya akan menambahkan sedikit demi sedikit semua setting yang saya butuhkan. Sementara adalah berikut ini :

(global-set-key [f6] ‘next-multiframe-window)
(global-set-key [f10] ‘buffer-menu)
(global-set-key [f11] ‘shrink-window)

Mudah kan menebak apa fungsi masing shortcut key? Dan tentunya Anda dapat menambah shortcut favorit Anda sendiri. Semisal F12 untuk membuka email.

Semoga bermanfaat, itu semua yang sudah saya pakai dan terasa sangat bermanfaat bagi development. Oh ya, saya belum memakai fitur syntax highlighting, dan sepertinya tidak berencana untuk itu. White-on-black terasa ringan di hati. Selain itu, fitur AutoIndent juga mungkin saya butuhkan, tapi tidak urgent. Sehingga tidak akan saya hidupkan terlebih dahulu (Pun, saya belum tahu caranya ^-^)

Mari kita … Menggunakan Emacs!!! 😀

Subhanakallahumma wa bihamdika
Asyhadu anlaa ilaaha illa anta
Astaghfiruka wa ‘atubuilaika

technorati tags:

Blogged with Flock

Mengapa Harus Flock???

Bismillah

Saya menggunakan Flock dalam kerja seharian, dan tak bisa mengubah kebiasaan menggunakan fitur-fitur sosial dalam Flock ke browser lainnya. Untuk lebih jelasnya, silahkan membaca artikel saya tentang Flock yang dengan baik hati dimuat oleh Kedaulatan Rakyat.

Flock dapat didownload dari situsnya di www.flock.com

technorati tags:

Blogged with Flock

Menggunakan Emacs dalam Development

Bismillah

Mengapa harus Emacs???

Pertanyaan menarik yang jawabannya mungkin sangat melankolis : saya ingin kembali ke jaman saya membuat kode dengan penuh semangat. Di masa itu, kami masih menggunakan PC DOS berukuran (sebentar saya ingat-ingat), 1MB? (atau 640KB?). Tapi efektifitas proses Pengkodean (Coding) sangat baik. Tentu Anda tidak bisa mendapatkan sistem GUI yang Flashy disini.

Sekarang, setelah saya menggunakan Linux Kubuntu, saya akan mulai menseriusi dengan Emacs. Dan membiarkan skill saya berkembang setahap demi setahap secara kontinu dan terinci (dalam Blog ini, insya Allah Anda akan dapat mengikuti jejak perkembangan kemampuan saya, semoga dapat Anda ambil manfaatnya.

Emacs …. Eko, Muhammad Akan Cinta Selalu
(duuuh, saya terlalu melankolis tentang Beliau SAW)

Atau, seingat saya guyonan tentang Akronim Emacs (yah, sudah saya lengkapi dengan Link dari Google) adalah berikut ini (saya pilihkan yang paling menggelitik):

Emacs … Eight Megabytes and Constantly Swapping
Emacs … Eleven thousand Monkeys Asynchronously Crank out these Slogans
Emacs … Even a Master of Arts Comes Simpler
Emacs … Every Mode Accelerates Creation of Software
Emacs … 🙂

technorati tags:

Blogged with Flock

Mengembangkan Sistem yang Sudah Ada

Bismillah.

Saya dapati, dalam mengembangkan sistem yang sudah berjalan, menggunakan UML dalam memahami sistem tersebut ternyata sangat membantu. Saya baru mempergunakan dua jenis diagram UML : Class Diagram (menujukkan detail Class serta Relasi-Relasinya) dan Sequence Diagram (menunjukkan detail tahap yg terjadi pada saat suatu event terjadi). Namun dari dua jenis ini, yang paling membantu adalah Sequence Diagram. Anda bisa menulis Nama Class tanpa attributnya terlebih dahulu, untuk kemudian dapat digunakan dalam Sequence Diagram. Setelah mungkin dibutuhkan, barulah bisa Anda tambahkan (meski ini tidak disarankan, karena Working Code lebih diutamakan ketimbang UML Diagram).

Apa yang saya maksudkan adalah, pergunakan UML seminimal mungkin. Sequence Diagram akan sangat membantu Anda dalam memahami proses-proses yang terjadi, dan bagaimana mereka terjalin dalam suatu kerangka waktu mulai dari saat event di-trigger. Saya sangat terpengaruh oleh nilai-nilai dan filosofi dalam Extreme Programming yang menekankan pentingnya Fully Functional Code That Works. Dan, dalam titik terekstremnya, penggunaan UML sangat tidak dianjurkan.

Namun, kombinasi keduanya diperoleh melalui metodologi Agile Modeling Driven Development yang membolehkan(CMIIW) penggunaan diagram-diagram UML dalam batas yang seminimal mungkin. Dan, itu yang saya dapati dalam penggunaan Sequence Diagram.

Dalam harapan saya, penggunaan Unit Test saja (tanpa UML apapun) merupakan target yang harus dicapai, demi kesempurnaan kerja dan efesiensi tanpa mengurangi efektifitas pengembangan aplikasi. Dan ini, hanya dapat tercapai, jika penguasaan terhadap teknologi pengembangannya (baik tool ataupun  teknik) sudah mumpuni.

Faktor lain masih perlunya penggunaan UML adalah manfaat yang didapat dari Newbie (seperti saya ini) dalam mempelajari sistem dengan cepat. Namun tetap, titik paling ideal adalah hanya menggunakan Unit Test.

Semoga bermanfaat,

Salam sayang,

Eko SW
(STATUS: Melanjutkan Pengembangan Sharepoint UNP, berbasis PHP)

Subhanakallahumma wa bihamdika
Asyhadu anlaa ilaaha illa anta
Astaghfiruka wa atubuilaika

technorati tags:, ,

Blogged with Flock

Transisi Ke Linux

Bismillah.

Ini Blog perdana saya, setelah sebelumnya di Friendster dan Yahoo. Blog ini ditujukan untuk menuangkan segala hal yang berhubungan dengan Software Development Lifecycle. Ya, benar. Saya seorang Programmer.

Saya mulai dengan kabar bahwa saya menggunakan Kubuntu! Butuh perjuangan dan pengorbanan melakukan transisi ke Linux. Nyaris tiga minggu saya habiskan hanya untuk menginstall bolak balik ke laptop saya, yang berakhir dengan harusnya saya mengganti HardDisk lama dengan HardDisk Baru seharga Rp. 500.000,00.

It worth the pricehigher the value!!

Saya pernah benar-benar keranjingan dengan Linux, semangat tak terbayangkan saat tahu semua developernya mengikhlaskan (yah, well, hanya 4JJI yang tahu!) source code-nya untuk manfaat bersama. Dan itu, adalah sesuatu yang tak terkatakan nilainya bagi dunia TI (Teknologi Informasi).

Mengembangkan software di Linux dan Windows sangat berbeda. Mulai dari lingkungan, cara berpikir, sampai nuansa berbeda yang dimulai dari filosofi mendasar yang berbeda.

Dengan Linux/Unix, Anda akan berpikir dalam alur pikir diskrit yang nantinya akan membentuk solusi komplit.

Saya tidak akan kembali ke Windows.

Insya Allah

Subhanakallahumma wa bihamdika
Asyhadu anlaa ilaaha illa anta
Astaghfiruka wa atubuilaika

technorati tags:

Blogged with Flock