Bismillah
Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasulullah
(lanjutan)
Dalam Emacs, Anda tak bakal dapatkan Tree Viewer (hm… mungkin bisa dengan menggunakan tambahan macro SpeedBar). Navigasi ke file, dilakukan sama persis seperti pada konsol Linux/Unix. Anda harus mengetikkan nama lengkap file tersebut, namun dengan bantuan Auto Complete pada address bar (fitur ini sangat menyenangkan).
Awalnya, aturlah dengan perintah M-x cd. Dan kemudian masukkan root tempat file project Anda berada. Sebagai suatu contoh, saat mengerjakan proyek tertentu, maka saya set ke directory ~/public_html/unp/sharepoint. Dan dari situ semua navigasi ke semua file dilakukan.
Efeknya menarik.
Saya jadi hafal luar kepala dengan cermat struktur project saya. Dan benar-benar efektif, yaitu sampai sekarang saya tidak dibebani dengan node lain yang tidak saya butuhkan. Sebagai contoh, dari root project tersebut, sampai hari ini saya hafal sekali folder berikut ini, dan hanya folder ini, karena module lain belum digarap :
- dev_notes
Tempat saya meletakkan file eko-development-logs dan mom.txt u/ keperluan pencatatan pengembangan - templates
Tempat diletakkannya semua file tempate yang dipakai (*.HTML) - classes
Tempat semua file class PHP didefinisikan - classes/lib
Tempat semua file pendukung - classes/lib/pat_template
Library untuk keperluan Templating - classes/lib/adodb
Library untuk akses database yang dapat menangani banyak tipe database - classes/proc
Definisi file-file class PHP yang dipergunakan sebagai pendukung file PHP utama - classes/proc/module_pengelolaan
Definisi file-file class PHP yang dipergunakan Module Pengelolaan - classes/proc/data
File pendukung yang berhubungan dengan database - module_pengelolaan
Semua file aplikasi PHP untuk starter module pengelolaan - module_pengguna
Semua file aplikasi PHP untuk starter module pengguna
Dan itu saya hafal sambil jalan. Serta terekam dengan kuat.
Mungkin bagi yang menggunakan IDE dengan Tree View hasil yang didapat pun berbeda.
Hanya saja dengan lingkungan Emacs, otak saya dapat merekam dengan cermat dan mendalam sekali tentang struktur Project yang sedang saya garap.
Semoga dapat diambil manfaatnya
^_^
Jazakumullah
Subhanakallhumma wa bihamdika
Asyhadu anlaa ilaaha illa anta
Astaghfiruka wa ‘atubuilaika
powered by performancing firefox



17 March 2007 at 1:30 am
blog saya http://fay-ahmed.blogspot.com/ termasuk web 2.0 ngga mas?:D
17 March 2007 at 1:58 am
Blog itu sendiri sudah merupakan layanan yang dikategorikan Web 2.0. Pada Web 1.0, layanannya adalah personal web site yang misalnya secara free disediakan oleh geocity, brinkster dan sebagainya.
Pun disitu mas Fay sudah, tanpa terasa
, menggunakan layanan YouTube yang dikategorikan Web 2.0. Salah satu ciri Web 2.0 adalah menjadikan Web sebagai platform, sehingga siapapun dapat membangun sebuah website yang ia menggunakan berbagai fasilitas web site lainnya. Model ini disebut marshup. Silahkan mengacu ke sini http://en.wikipedia.org/wiki/web2.0.
20 March 2007 at 3:33 am
pat_templating… ?, hmm bagus ndak tuh pak, kalo saya mah bysanya pakek smarty uey
27 March 2007 at 7:14 am
Selamat bekerja pak eko…
28 March 2007 at 4:16 am
To Adit: Saya mah, baru tahu aja sama patTemplate. Belum tahu kalao Smarty. Tapi kata temen di Jkt sana sih, dia lebih suka Smarty. Katanya, patTemplate pny tag2 sendiri yg beda. Tapi, emang smarty spt apa? Apa enggak punya tag sendiri? Btw, patTemplate saya baru pakai conditional template. Dan, sptnya ini fitur utama yg kepakai terus. Semacam IF-nya templating
To Ariawan : Doain lancaaaaar