Bismillah
Laa ilaaha illallah, Muhammadurrasulullah
Alhamdulillah.
Baru beberapa hari ini saya menggunakan Emacs dengan modus xterm
console yang sempurna : putih di atas hitam dan tanpa pewarnaan
sintaksis. Sebelumnya saya menggunakan Kate dan Eclipse untuk Coding PHP dan Java (respectively).
Tapi
efeknya sudah terasa. Ringan sekali mata ini menatap layar screen. Pun
hati tak terasa berat saat membaca tiga, atau empat file sekaligus :
dimana layar dibagi 2 sama besar, dan layar sebelah kiri terbagi tiga,
dengan belahan yang terakhir diperuntukkan bagi file Devel Log (tempat
saya mencatat pengembangan harian dan juga target serta realisasi kerja
setiap harinya). Akibatnya kerja berjam-jam tak menimbulkan efek lelah
di hati (saya masih berpikir perbedaan hati dan otak. Semoga di entry
ke depan bisa saya tuangkan. Tentu, hubungannya dengan Coding dan
Development secara global lainnya).
Kalau saya bandingkan
dengan menggunakan Kate dan seabreg fitur-fitur flashy lainnya,
kesederhanaan Emacs meringankan beban di hati saat melihat layar : code
folding, syntax highlighting dan tak lupa icon-icon serta menu yang
menarik perhatian.
Mungkin saja ini relatif, meski saya rasa
tidak. Karena, pengaruh warna (dan impuls lainnya) terhadap kerja otak
kanan sangat signifikan. Meski harus ada penelitian komprehensif untuk
hal ini, saya yakin modus white-on-black dan no-syntax-highlighting berpengaruh besar terhadap konsentrasi dan ringannya otak dalam merancang, menganalisis dan stay-on-focus-nya dalam proses Coding dan Development secara umum.
Jazakumullah.
Semoga bermanfaat.
Subhanakallahumma wa bihamdika
Asyhadu anlaa illaha illa anta
Astaghfiruka wa atubuilaika
NB: Hm hm hm, seharusnya entry ini di bawah entry Emacs – Syntax Coloring. Tapi beginilah perubahan
powered by performancing firefox